Rabu, 12 Oktober 2011

masa itu, yang tak terlupakan

sedikit ingin cerita, mungkin akan sedikit lega, kejadian ini terjadi beberapa tahun yang silam, tepatnya tahun tahun 2010.
mau tau ceritanya,hehe, begini, akhir UTS ketika di sebuah kampuz menjelang keberangkatan pergi KKN, masa-masa itu masih terkenang, ketika pulang dari UTS, kami bersama teman-teman dikampuz( akhwat semua) untuk membuat acara perpisahan sebelum berangkat KKN, tapi mungkin disitulah takdir ana, Allah menguji ana dengan sebuah cobaan, ketika itu ana jatuh dari sebuah tempat acara tersebut, dan tanpa sadar beberapa menit ana memanggil teman ana yang lagi duduk di atas untuk membantu ana untuk menolong ke atas, karena ketika itu ana tidak bisa berdiri, dan alhasil ana di papah sama akhwat untuk bisa sampai ke atas dengan beberapa cara,

ketika itu, ana merasakan tangan ini hanya terkilir saja, atau keseleo, tapi kenapa ringan aja rasanya tangan ini tanpa beban, dipegang sedikit saja, sakitnya minta ampun, tidak bisa di pegang sedikit pun, dan ketika itu, ana di bawa oleh teman akhwat untuk naik bendi hingga sampai kerumah, karena semuanya sudah pada panik, padahal kan bisa ketika itu kita memanggil taxsi untuk mengantarkan ana ke rumah sakit, tapi apa boleh buat, itu semua sudah menjadi skenario Allah.

ternyata ana dibawa ketempat teman yang orangtuanya bisa mengobati tangan ana ini, tapi ternyata tangan ana tidak keseleo tapi patah, astaughfirullah, kaget banget rasanya mendengar hal itu,

masih ada sambungannya,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


ok sob, kita kembali lagi,,sampai dimana ya,,!!
oh iya, selanjutnya, singkat saja,ternyata setelah diperiksa tangan ana positif patah, sock banget rasanya, padahal besok sudah harus berangkat KKN ke negeri orang, padahal beberapa minggu menjelang berangkat KKN ana udah banyak mempersiapan semuanya, sedih rasanya tidak bisa ikut KKN, tapi alhamdulillah ana sekelompok dengan teman-teman yang sangat mengerti dan perhatian sama ana, dan alhamdulillah DPL kita pun juga paham dan bisa di ajak kompromi.

pada malam harinya, teman-teman KSI Ulul Albab pergi kerumah ana  untuk memberi motivasi, bahwa insyallah pasti akan sembuh.
"luar biasa semangat mereka, mereka membuat ana kembali semangat,akhwatifillah, senang rasanya ana bisa bertemu dengan kalian semua."

dan pada paginya, ana di dijenguk pula oleh teman-teman HMJ, teman satu perjuangan di Muamalat, dan mereka pun memberi semangat untuk ana supaya bisa cepat sembuh,
begitu juga di siang hari, subhanallah, akhwat SANTIKA, dan relawan, sekaligus amil rumah zakat juga jenguk ana di rumah,
"Ya Allah, walaupun dalam kondisi seperti ini, saudara-saudara ana msih tetap sayang sama ana, dan mereka menghibur ana supaya tidak sedih lagi, dan mendoakan ana supaya bisa melakukan aktifitas seperti biasa, karena mereka tau kalau ana suka kemana-kemari."

hari berganti,bulan puasa pun sudah masuk, bulan Ramadhan yang sangat berkesan, satu bulan tidak bisa berbuat  apa-apa, hanya bisa berbaring di tempat tidur,

ketika kondisi ana seperti ini, ana sempatkan juga untuk berkunjung ke lokasi KKN yang letaknya sangat dipelosok di daerah pesisir sana, karena kalau tidak ikut, ana tidak akan bisa lolos ikut KKN, walau bagaimana pun ana berangkat bersama kakak ana ke daerah sana, cuman 2 malam 3 hari ana disana, hanya untuk pergi ujian KKN,

dan alhamdulillah, teman-teman, dan masyarakat disana menyambut ana dengan sangat senang, subhanallah sambutan mereka, yang membuat ana semakin sembuh aja, serasa tidak ada beban ataupun sakit, sampai di lokasi, kita semua ketawa bareng, tapi sayangnya tidak bisa makan siang "ya iyalah, kan lagi bulan puasa, pie to mbak,,hehe".

hari pun terus berjalan, seiring waktu,begilir jam per jam, detik per detik, semuanya terus ku lalui.

oia, lupa, ketika ana di periksa kedokter, ana harus di operasi, tapi ana gak mau, dan pada hari berikutnya ana di bawa ke barulak (batusangkar), dan disana ana berobat beberapa hari, sekitar 14 hari, dan alhamdulillah selama 14 hari disana ada perubahan, dan tangan ini semakin bisa digerakkan, walaupun belum sempurna betul, dan hari raya Id Fitri ana pun masih di barulak,

ketika hari raya Id fitri, sedih banget rasanya, sekali ini ana merasakan tidak bisa melaksanakan shalat Id fitri, "sedih, dan sedih banget, semuanya, orang tua (papa dan mama) shalat dekat masjid terdekat, adek-adek ana (habib, fadhil)mereka di padang, sedangkan ana sendiri hanya bisa di dalam kamar, bermenung, bermenung, dan bermenung,"
*berurai air mata ini pada hari itu,

tapi, itu semua, ana ambil ibroh,hikmah dibalik kejadian ini semua. dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, insyaAllah sakit ini akan menggugurkan dosa-dosa kita.amiin, dan Allah pun tau yang terbaik buat hambanya.

ada lagi gk ya,,,!!!!!
di pikir-pikir lagi  ya,,,,!!!hhmmm,,apa ya,,,,!!!

oia, alhasil, akhirnya ana lulus juga KKN, walaupun hanya beberapa hari ana pergi ke lokasi KKN 3 hari ana mendapatkan nilai "A", sedangkan teman ana yang full selama sebulan di lokasi KKN ada yang mendapatkan nila "B", dan alhamdulillah banget rasanya ana mendapatkan teman-teman lokasi yang bisa paham banget dengan kondisi ana. syukur alhamdulillah,

walaupun udah jalan 1 tahun, tapi kejadian itu tak kan pernah terlupakan,
ciptaan Allah memang sangat sempurna tiada bandingannya, sangat beda rasanya hasil kesembuhan ini dengan yang aslinya, sampai sekarang pun takut rasanya megang benda yang berat-berat, karena takut lepas lagi bahu ana ini. dan terkadang masih ada sedikit rasa nyeri di lengan bahu ini. Dan proses dari kesembuhan ini, tidak sesempurna ciptaanMu ya Rabb, tapi ana masih tetap bersyukur masih bisa dimanfaatkan tangan ini untuk kebaikan.

maka bersyukurlah orang-orang yang masih bisa menjaga kesehatan, dan masih bisa dimanfaatkan kondisi tubuh mereka yang sehat ini untuk beraktifitas di ladang dakwah. dan alhamdulillah juga, ana pun masih bisa juga merasakan nikmat Allah yang masih diberikan sama ana.

hanya sedikit cerita aja, kalau tertarik membacanya silahkan dibaca, tapi kalau tidak,ya.....gpp juga,

maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkesan. ^__^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar