Minggu, 09 November 2014

wahai wanita

Inilah sedikit coretan, aku harap bisa memberi manfaat kepada kalian semua, wahai sahabatku, para wanita tangguh.
Perkembangan zaman yang semakin maju membuat kita sebagai seorang wanita tidak boleh hanya tinggal diam dan tak berbuat apa-apa. Dulu memang kita dihambat. Dulu memang kita dicegat. Namun, sekarang keterbukaan dan kebebasan adalah hak asasi bagi setiap individu tak terkecuali kita sebagai seorang wanita. Kita sebagai wanita mampu bergerak cepat melakukan perubahan.

Sahabat dengarkanlah pikiranmu! Sahabat ikutilah hatimu!
Bekerja adalah wadah kita sebagai wanita untuk memberi berita bahwa kita ada. Bekerja adalah cara kita para wanita untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa. Bekerja adalah aktivitas kita untuk mengabdi kepada keluarga tanpa harus meninggalkan dan melupakan mereka. Bekerja dengan hati bekerja dengan cinta. Namun, ada kalanya perasaan kita mengalahkan logika. Wanita cenderung untuk mengedepankan perasaan daripada logika yang mereka punya. Saat seorang wanita terjatuh dalam sebuah masalah, sering ia terlarut dengan masalah tersebut. Benar bukan? Padahal, bekerja membuat kita selalu dihadapkan dengan berbagai tantangan juga masalah.
Apakah salah satu masalah hidup yang sulit untuk dirimu hadapi sahabat? Kegagalan bukan? Kegagalan adalah masalah yang bisa membuat kita jatuh, membuat kita terpuruk. Kadang kala apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Disaat kegagalan itu muncul sulit bagi kita untuk menerima. Sulit bagi kita untuk kembali berdiri seperti semula. Sulit bagi kita untuk tegar dan sabar. 

Tapi ingatlah kata-kata ini sahabat. Jangan pernah mengalah dengan keadaan. Segeralah bangkit setelah terjatuh. Segeralah bangun setelah terpuruk. Percayalah di dunia ini semua hal dapat diraih, semua masalah dapat dipecahkan. Hal-hal yang sulit dibayangkan untuk digapai hanyalah sebuah dinding yang membatasi kita dengan impian. Hilangkanlah pikiran itu, hilangkanlah dinding itu. Buktikan pada dunia dan buktikan pada diri sendiri impian dan angan akan cita-cita yang kita miliki sebagai seorang wanita, jauh lebih besar dibandingkan hambatan yang muncul menghadang. Percayalah semua kejadian akan ada hikmahnya. Setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Segala permasalahan akan ada jalan keluarnya. Segala tangis air mata akan berbuah menjadi senyuman kebahagiaan.

Cepat goreskan impian dan harapanmu di atas kertas lalu biarkan goresan itu terhapus dengan kesuksesan seiring berjalannya waktu. Yakinlah sahabat, tekadmu dan usahamu yang kuat akan mengiringi langkahmu bangkit dari kegagalan. Juga mengiringi langkahmu berjalan menuju kesuksesan. Tekad yang kuat mencerminkan hati yang kuat karena wanita tidak lemah dalam keanggunannya, karena wanita luar biasa dalam ketenangannya. Tunjukkan kita dapat bertahan dan melangkah maju seiring berjalannya waktu. Bergerak majulah wahai wanita! Bergerak majulah wahai sahabatku! Jangan menyerah! Tetap Semangat! Berlarilah, kejar impianmu karena ia menantimu.
Sekian tulisan dariku wahai sahabat. Meski hanya sebuah coretan yang ku tulis, aku berharap apa yang aku tuliskan disini dapat memberi manfaat bagimu, para wanita, para sahabatku. Aku mencintai kalian karena itu aku ingin berbagi. Aku ingin kalian kuat, aku ingin kalian dapat meraih apa yang kalian inginkan, dan aku ingin dapat melihat kejayaan kita bersama, kejayaan para wanita. Sampai jumpa lagi sahabat. Jangan lupa tebarkan senyumanmu, cintamu, dan kehangatanmu  kepada dunia karena kita adalah wanita. Salam manisku hanya untukmu.

Kamis, 01 Mei 2014

Tips Bagi Yang Ingin Kuliah

Saya kali ini akan berbagi beberapa Tips bagi antum sekalian yang ingin Kuliah.
Tapi sebelum saya menjelaskan tips-tips tersebut, saya ingin menekankan bahwa Kuliah itu Bukan Untuk Mencari Kerja, jalanin aja dulu Kuliahmu, belajar dengan serius dan giat, masalah kerja itu Gampang.
Kalo kita berprestasi di Kuliahan, bukan kita yang mengemis-ngemis minta pekerjaan, justru orang lain lah yang datang ke Kita menawarkan kerjaan. Insya'Allah.
Kuliah itu waktunya kita mencari jati diri Sebagai khalifah yang bisa memberi manfaat pada lingkungannya, Waktunya mencari ilmu..Karena dengan ilmu kita bisa berbahagia diDunia dan Akhirat. Waktunya kita diuji oleh Tuhan..dengan kebebasan masa kuliah..apakah kita manfaatkan dengan bijak..atau dengan sia-sia..Waktunya untuk belajar menjalin silaturrahim dengan orang-orang di sekitar kita. Jadi janganlah kita Kuliah karena untuk kerja semata, jangan bermental pembantu . . . jadilah mental pemimpin atau seorang wirausaha yang menolong banyak orang.
Beberapa Tips bagi yang ingin Kuliah :
1. SUKA
Kita harus menyukai Jurusan apa yang akan kita pilih nantinya. Agar nanti kita menjalanin Aktifitas di Jurusan tersebut dengan hati ikhlas, senang, dan menikmatinya. Jangan memilih jurusan karena Prospek Kerja atau Kompetisi Lulusannya bakal jadi apa. Jika kita memilih Jurusan yang sama sekali tidak kita sukai, maka itu seperti kita menjatuhkan diri sendiri ke Neraka, sungguh menyiksa.
2. BAKAT
Nah, perlu diketahui dalam memilih jurusan nanti di Kuliah'an, kita dianjurkan mempunyai Bakatnya di Jurusan tersebut, agar kita tambah menguasainya . . . atau bahkan menjadi Ahli dalam jurusan itu. Walaupun Prospek Kerja dari lulusan jurusan tersebut sedikit, tapi jangan khawatir, kalo kita memang Ahli  dan berbeda dari orang lain, Insya'Allah masalah kerjaan itu Gampang.
3.JADILAH LUAR BIASA
Saat antum udah Kuliah, jangan jadi orang biasa yang sama seperti Mahasiswa/i lainnya, jadilah Orang yang Luar Biasa , kearah positif misal Prestasi, Nilai, atau suatu Bakat tertentu. Jangan sama kaya orang lain, kita harus beda, kita ini Luar Biasa, jika antum sama seperti yang lainnya maka belajarlah jadi orang yang Luar Biasa . . . jika ada kemauan pasti ada jalan.
 
4.BERKAH
Banyak orang yang Pintar di sekolah/Kuliah, tapi pada akhirnya mereka GAGAL. kenapa mereka jadi GAGAL ??? itu karena ilmu mereka tidak Berkah, bagaimana cara supaya ilmu kita menjadi Berkah dan Bermanfaat ?? Pertama, niatkan segala sesuatunya karena Allah sahaja. Kedua, hormat, berbuat baik, dan muliakanlah guru-guru kita , jangan bikin mereka marah kepada kita agar kita mendapat Ridha dari mereka atas ilmu ilmu yang diberikan kepada kita. kalau ada salah sama guru, kita harus minta maaf. Ketiga, kita harus berbakti kepada Orang Tua kita, jadilah anak berbakti. Keempat, berusaha dibarengi berdoa kepada Allah, lalu berTawakallah kepada Allah.
kenapa Mesti Bertawakal kepada Allah ?? saya kiaskan seperti ini : Jika kita memiliki sebuah toko, lalu kita serahkan kepada seseorang untuk mengatur toko tersebut, orang itu lebih pintar,kuat,kreatif,kaya, Lebih segalanya. Tentu kita akan lebih percaya, tenang dan senang jika kita serahkan untuk mengatur toko kita kepada orang tersebut. Begitulah, Allah maha Segalanya daripada kita makhluk yang Lemah ini, setelah kita Berusaha dan Berdoa, kita Serahkanlah lagi segala sesuatunya kepada Allah.
 
Kuliah itu susah…
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang
Kuliah itu Takut…
Takut untuk Korupsi
Takut untuk makan yang bukan haknya
Kuliah itu malu…
Malu menjadi benalu
Malu minta melulu
Kuliah itu Marah…
Marah bila martabat bangsa dilecehkan
Kuliah itu Mencuri…
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi
Kuliah itu Tidak ada…..
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa
Kuliah itu aku….
aku untuk INDONESIAKU
 

Sabtu, 15 Februari 2014

metafora air limau dan luka ditangan

Jika kita beranggapan bahwa ujian hidup itu penyebab hilangnya bahagia maka kita sudah termasuk dalam golongan pesimis yang beranggapan tidak ada kebahagiaan di dunia. Mengapa begitu? Kerana hakikatnya hidup adalah untuk diuji. Itu adalah peraturan hidup yang tidak boleh dielakkan. Sekiranya benar itu penyebab hilangnya bahagia, maka tidak ada seorang pun manusia yang akan bahagia kerana semua manusia pasti diuji.
Atas dasar itu, ujian hidup bukan penyebab hilangnya bahagia. Sebagai perumpamaannya, jika air limau nipis diletakkan di atas tangan yang biasa, maka kita tidak akan berasa apa-apa. Sebaliknya, jika air limau itu dititiskan di atas tangan yang luka maka pedihnya akan terasa. Jadi apakah yang menyebabkan rasa pedih itu? Air limau itu kah atau tangan yang luka itu? Tentu jawapannya, luka di tangan itu.
  
Metafora air limau dan luka di tangan Air limau itu adalah umpama ujian hidup, manakala tangan yang luka itu ialah hati yang sakit. Hati yang sakit ialah hati yang dipenuhi oleh sifat-sifat mazmumah seperti takbur, hasad dengki, marah, kecewa, putus asa, dendam, takut, cinta dunia, gila puji, tamak dan lain-lain lagi. 
Ujian hidup yang menimpa diri hakikatnya menimbulkan sahaja sifat mazmumah yang sedia bersarang di dalam hati. Bila diuji dengan cercaan manusia, timbullah rasa kecewa, marah atau dendam. Bila diuji dengan harta, muncullah sifat tamak, gila puji dan takbur. Justeru, miskin, cercaan manusia dan lain-lain itu bukanlah penyebab hilang bahagia tetapi rasa kecewa, marah dan tidak sabar itulah yang menyebabkannya. Pendek kata, ujian hidup hakikatnya hanya menyerlahkan sahaja realiti hati yang sudah tidak bahagia lama sebelum ia menimpa seseorang.

Sekedar catatan

Hati adalah sumber dari segala-galanya dalam hidup kita, agar kehidupan kita baik dan benar, maka kita perlu menjaga kebersihan hati kita. Jangan sampai hati kita kotori dengan hal-hal yang dapat merosak kehidupan kita apalagi sampai merosak kebahagiaan hidup kita di dunia ini dan di akhirat nanti. Untuk menjaga kebersihan hati maka kita juga perlu untuk menjaga penglihatan, pendengaran, fikiran, ucapan kita dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Dengan menjaga hal-hal tersebut kita dapat menjaga kebersihan hati kita. Dengan hati yang bersih kita gapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Selasa, 04 Februari 2014

That’s the Key

Berbicara tentang kehidupan, mungkin akan banyak yang berubah dari masa ke masa. Makin banyak asam garam masuk ke tubuh kita, semakin banyak pula seseorang banyak belajar tentang kehidupan, entah suka maupun duka. Tapi sebenarnya ada esensi yang ga berubah dari zaman ke zaman, yang membuat seseorang terus mampu untuk menengadah menghadapi hidup. Tak ingin banyak berkata, mungkin saya ga sepintar anda yang membaca tulisan ini, saya hanyalah seorang anak kecil yang berbicara tentang kehidupan yang sederhana. Tapi harapan dan semangat berbagi akan tetap ada dalam setiap goresan tinta yang terukir.


Kadang Allah mendatangkan Petir, Menyembunyikan Matahari Dan kita menangis dan bertanya kemana hilangnya matahari, Rupanya kita tak tau akan diberi pelangi olehNya.

Jumat, 24 Januari 2014

inikah ikhlas itu??

Terlintas dalam pikiran ini hingga terucap oleh lisan “aku pengen belajar ilmu IKHLAS, aku pengen bisa ikhlas menerima semua ini”. Itu adalah pernyataan yang aku ucapkan di pagi hari. Subhanallah Allah Maha mendengar. Pada siang hari ada kejadian yang cukup menyesakkan dada. Hingga beban pikiran ini semakin bertambah. Tak kuasa air mata ini menetes…
Lisan pun mengucap…
Ya Allah…berilah aku kekuatan untuk menghadapi segala ujian yang Kau beri…

Sejenak merenung…
inikah cara Allah membimbingku untuk mendapatkan ilmu IKHLAS
ikhlas menerima cobaan…
ikhlas memaafkan kesalahan orang lain….
Ikhlas menerima segala hasil yang akan ku peroleh nanti…
Astaghfirullah haladzim….. Astaghfirullah haladzim…
Laailaahaillallah…..
ya allah… betapa ku rasakan kehadiran smua selalu menyertai hidupku,,,
ya allah… aku hanya makhluk kecil di balik keagunganmu…
hanya Engkau yang pantas untuk ku jadikan sandaran….
hanya Engkau yang pantas untuk ku sembah….

Sebuah DOA yang pernah saya baca…entah siapa pengarangnya…
DOAKU
Ketika kuminta kekuatan…Allah memberiku kesulitan yang membuatku kuat..
Ketika kumohon kebijaksanaan…Allah memberiku masalah untuk ku pecahkan..
Ketika kuminta cinta…allah memberiku orang-orang bermasalah untuk ku tolong…
Aku tidak pernah menerima apa yang ku minta, tetapi aku menerima apa yang aku butuhkan…
Doaku terjawab sudah…keikhlasan mencerminkan hati yang bersih….

Senin, 23 Desember 2013

bercerita tentang fb ?? WhatAboutYou?

FB itu suka-suka. . .
Suka-suka narsis, , ,
Suka-suka mengeksplor diri. . .
Suka-suka mengumpat, , ,
Suka-suka menyindir. . .
Suka-suka berkata-kata apapun.
Semuanya serba suka-suka. . .
Di FB itu, orang beradat dan tak beradat mudah dibedakan. Orang-orang suka dipuji-puji. Komentar paling banyak adalah tentang joke-joke tak berarti. Jika tentang nasehat maka yang kita lihat cuma satu dua komentar.
Di FB semua orang tak tahan ingin menceritakan dirinya. everything is about me, begitulah kukira. Paling tidak meski tak melulu begitu, sekali dua kali pasti terjebak dalam nuansa keriyaan atas kebahagiaannya. Di FB orang-orang yang tak suka dinasehati. menjadi jatuh harga dirinya. Ini bukan masalah kejahilan diri yang menjadi perbincangan, tapi murni masalah harga diri.
Hei, jangankan di FB. berbicara face to face saja  lebih seringnya kita membicarakan diri sendiri. Tak suka jadi pendengar. Asyik bertutur dan membanggakan diri saja.
Di FB wajah cantik dan gagah bertebaran. Soalannya adalah agar orang berdecak kagum atas kecantikan dan kegantengan kita atau apa? tak disangka kita telah membuat banyak mata berzina. Puaskah kita? Puaskah kita?
Di FB seringnya kita lupa bahwa hijab telah tercampak jauh. Privacy menjadi menu publik.
Di FB semua orang ingin jadi cahaya, tapi sayangnya tak sedikit yang hanya merasa bercahaya saja, padahal redup tak bersinar.
Oh ya, di FB banyak orang berdoa dengan nada sendu. Berdoa tak perlu perantara, nasehat seorang adik suatu ketika. Aku mengganguk mahfum. Bukankah tak perlu berdoa di dindingnya seperti doa orang-orang Yahudi di dinding ratapannya.
Di FB, suami istri berkomunikasi tak tau batas. Meskinya mereka tak membawa urusan rumah ke halaman umum yang dinikmati bersama oleh orang-orang. Tapi meraka menampik, ini masalah hak asasi.