Selasa, 29 Maret 2011

Kegombalan di Kalangan Aktivis Da'wah..

Hal yang sangat menarik salah satunya adalah menyimak romantika di dunia aktivis dakwah. Di antara sebegitu banyak yang memiliki komitmen perjuangan, ada juga beberapa yang suatu saat kadang tergelincir pada jebakan interaksi ikhwan-akhwat. Karena memiliki amanah yang sama, sesama pengurus harian lembaga, atau berada dalam satu bidang, bisa juga dalam satu kepanitiaan, membuat interaksi kerja menjadi lebih intens.

Intensitas hubungan kerja itu suatu saat dapat menumbuhkan benih-benih simpati atau bahkan cinta di antara ikhwan dan akhwat. Hal ini bisa jadi fenomena yang wajar, karena cinta kepada lawan jenis itu fitrah manusia, katanya. =====Tapi meski fitrah, tetap aja ada resikonya, terutama pada keikhlasan beramal, sehingga bila ada bibit riya’ dan ujub bisa menghanguskan pahala yang seharusnya didapat. Namun jika ternyata tidak dapat mencegah adanya perasaan seperti itu, ya harus berusaha menjaga keikhlasan, dan tetap simpati (simpan dalam hati). Apabila perasaan itu telah mewujud pada realisasi amal, baik lisan maupun perbuatan, maka tak ayal akan terjadi juga gombalisasi di sini.

Sering seseorang ingin mengekspresikan atau menyampaikan perasaannya yang sedang membuncah karena cinta. Bagi aktivis dakwah, hal seperti ini mustinya disimpan rapat-rapat dalam lubuk hatinya, jangan sampai si “dia” memergoki adanya perasaan itu. Gengsi dong!! Namun suatu saat pertahanan itu bisa jebol manakala perasaan itu makin menjadi-jadi sedang keimanan dalam kondisi menurun. Maka lahirlah sebentuk perhatian pada si “dia”, baik berupa nasehat, tausiyah, pujian, menanyakan sesuatu (baik tanya beneran atau pun pura-pura bertanya hayoo…) atau sekadar menanyakan kabar. Entah itu lewat SMS, telpon, saat chatting, via e-mail … bisa juga dalam rapat koordinasi.

Dari pengamatan, yang paling banyak terjadi adalah adanya gombalisme via SMS, kita sebut saja sebagai SMS gombal. Kita simak contoh SMS-SMS ini….
“Aslm. Apa kbr? Ukhti, ana sungguh kagum dgn semangat anti. Amanah anti di mana-mana namun semuanya bisa tetap tawazun. Anti benar-benar mujahidah tangguh. Tetep semangat ya Ukhti!”

“Salut sama Ukhti! Anti sungguh militan. Hujan deras seperti itu datang rapat dgn jalan kaki. Jaga kesehatan ya. Ana nggak rela klo Anti sampai jatuh sakit…”

Akhwat: “Aww. Apa kabar? Akhi, sedang ngapain nih? Sudah makan belum? Jangan sampai lupa makan ya..”
Ikhwan: “Www. Alhamdulillaah, menjadi jauh lebih baik setelah Anti SMS ^_^. Ane sedang memikirkan seorang bidadari dunia yang begitu anggun mempesona. Hmm… ane belum makan, tapi dah gak terasa lapar klo ingat sama Anti…”
(Halah… gombal semua tuh!!!)

Ada yang lebih parah nih … kayak gini:
“Aww. Wah .. Anti makin terlihat anggun dengan jilbab biru tadi…”

“Assalaamu ‘alaikum. Apa kbr? Lama nggak kontak ya. Ane kangen ma suara Anti…”

“ … Ane janji akan menikahi Anti setelah lulus nanti ….
 
oohh,,nooooooooooo!!!!!!! aneh-aneh aja isi SMS-nya. Mungkin lebih banyak lagi SMS-SMS aneh lainnya yang belum terdeteksi. Hmm.. bagaimana reaksi si penerima? Ya bervariasi, ada yang cuek saja, ada yang merasa risih, ada yang membalas biasa, ada yang bertanya-tanya bin penasaran, ada juga yang suka dan berbunga-bunga, ada yang kemudian menaruh harapan. Kita simak penggalan berikut…

Pada dini hari sekitar pukul dua pagi, suara berisik nada SMS membangunkan seorang akhwat dari perjalanan tidurnya. SMS dari siapa nih malam-malam gini, pikirnya. Serta merta dia buka SMS-nya, hah… dari seorang ikhwan, bunyinya:
”Wahai Ukhty, segera terjagalah dari mimpi indahmu, bangunlah dari peraduanmu, basuhlah wajah dan anggota tubuhmu agar bersinar di hari kemudian, bersujud dan bersimpuhlah kepada Allah, agungkanlah Asma-Nya. Niscaya Allah akan meridhoi langkah kita dan mengabulkan cita dan harapan kita.”

Sang akhwat tertegun, ngapain malam-malam begini si ikhwan itu ngirim SMS, kurang kerjaan aja. Dasar, sok perhatian! Namun tanpa sadar jari-jari lentik akhwat itu mengetik balasan:
“Jazakallah khairan, Akh. Jangan kapok tuk sering ngingetin ane ya…”
Nah lo!!

Coba dirasa-rasakan, apa SMS-SMS semacam itu tidak beresiko? Bagus sih sepertinya, membangunkan untuk sholat tahajud … tapi efek sampingnya bisa menimbulkan penyakit-penyakit hati. Bikin merajalelanya VMJ (Virus Merah Jambu). Waa.. kalau virus yang satu ini menyebar, bisa repot. Sulit nyari vaksin atau anti virusnya.

Makanya… ingat, penyebab awal perlu dicegah, yakni adanya gombalisasi. Kalau si gombal dah nyebar, maka sedikit banyak korban bisa berjatuhan. Baik ‘lecet-lecet’ ringan maupun ‘luka’ berat. Bahkan nanti gak hanya berdampak pada hati, tapi juga fisik. Lha bayangin aja … kalau jadi gak enak makan, gak nyaman tidur karena tiap mau makan .. ingat dia, mau tidur … ingat dia, mau ngapain aja ingat dia, apa gak lama-kalamaan bisa kurus tuh? Trus …siapa korbannya? Siapa lagi kalau bukan kaum wanita/akhawat. Mestinya paham dong gimana fitrah perasaan mereka. Mereka seneng dan suka bila diberi perhatian … bisa berbunga-bunga hatinya. Dan tipe cinta mereka (kebanyakan) adalah jatuh cinta sekali yang dibawa sampai mati, kayak Nurul dalam novel AAC itu loh… Trus mereka juga mudah berharap. Nah tuh … coba pikir kalau sampai mereka jatuh cinta, kemudian sampai berharap. Jika kemudian cinta dan harap itu tidak kesampaian, apa nggak sakiiiit banget nanti? Apa tega, mendholimi mereka seperti itu?

So, khususnya bagi para ikhwan, jaga diri, jaga hati, jaga gengsi. Jangan asal kirim SMS, lebih-lebih SMS gombal bin murahan. Juga .. jangan asal balas SMS, apalagi dengan SMS gombal. Ini nih contoh balasan yang ngegombal….
Akhwat : “Ane pengin rihlah, ke syurga …”
Ikhwan : “Ukhty, ke mana pun Anti mau pergi, saya akan bersedia menemani, meski taruhannya jiwa ini …” (He..he..he.. peace Ukhti ^_^ )
Nah!! Dasar gombal! Jaga gengsi dong. Ini nih…. Barisan kata berikut mungkin bisa menggambarkan ikhwan yang nggak mau nggombal.

Karena Aku Mencintaimu
Wahai Ukhty…
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu

Karena cintaku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah

Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
Ku tak ingin mempesonamu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.

Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….

Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu.

So, sekali lagi bagi para ikhwan, jangan jualan gombal, jangan obral janji. Gak usah deh sok perhatian, terlebih lagi bilang suka atau cinta. Bisa fatal tuh akibatnya! Mau jadi orang dholim?? Tegaskan semenjak sekarang, hal seperti itu tabu kalau belum nikah. Kalau dah nikah sih … puas-puasin aja bilang cinta seratus kali sehari ama istrinya. Sampai dhower deh, terserah! ^_^

Bagi para akhwat, hati-hati binti waspada Ukh … jangan mudah digombali. Jangan percaya dengan kata-kata suka, cinta atau janji-janji. Jangan mudah menambatkan hati, jangan mudah berharap. Stay cool, calm, confident. Perisai izzahmu harus tetap kokoh. Antum tidak suka terombang-ambing kan? Antum lebih suka pada kepastian kan? Makanya jangan sampai semua itu terjadi sebelum ada hal yang konkrit, sebelum ada kepastian. Hal konkrit itu adalah, si ikhwan mengkhitbah Antum dengan datang ke orang tua Antum. Itu … baru deh, oke. Waspadalah …waspadalah …

SO SEMUANYA …. WASPADAI ARUS GOMBALISASI!!!


(Afwan jiddan jika ada yang tersinggung…!!!! Just intermezzo… ^^

copas dari blog teman..
manntaplah buat renungan---

Jika Saya Nulis............

jika seorang Rene Descartes pernah berkata:
Cogito, Ergo sum.
Saya berpikir, maka saya ada.
Maka ingin saya tuliskan kalau…
Saya menulis, maka saya berkaca.
Ya. Saya merasa lega ketika saya telah mengungkapkan segalanya terlebih lewat sebuah tulisan, entah itu adalah tulisan katarsis-an, tulisan untuk sebuah kisah perjalanan, tulisan refleksi diri, tulisan dialog antara diri dengan batin ataupun tulisan yang agak serius yang dapat berupa artikel (yang ini masih sangat sedikit). Dan ketika itu juga saya merasa diri saya tengah berkaca, berkaca atas apa yang telah saya tuliskan. Seperti itukah saya ? Lalu, saya harus seperti apa ?

Saya menulis, maka saya bermimpi. 
Saya juga senang menuliskan berbagai mimpi saya yang saya percayai suatu waktu saya bisa meraih apa yang telah saya tuliskan itu.

dan...
Saya menulis, maka saya tinggalkan jejak.

 
********

Hanya cata2an tentang diri,, evaluasi,,evaluasi.

Rasanyaa.... sudah lama aku tak menulis,,,
meluapkan rasa dalam kata, menggabungkan dalam sebuah bahasa..
Yah.. rasa-rasanya memang seperti hampa.
Terus berjalan..
tanpa rekaman..
Ahhh... kangen nulis.

Bukannya aku tak mau,,
apatah lagi tak ada waktu..
lalu kenapa ya ? haha..

(mungkin) akhir2 ini aku tak lagi tergiur untuk meluangkan waktuku berjam-jam di depan layar...
-yang biasanya diakhir malam menjelang tidurku-
..tak seperti dulu..
(mungkin) akhir2 ini semakin lelaaaaaaaah saja yang terasa...
bukan hanya lelah fisik, tapi juga lelah fikiran sekaligus lelah hati....
dengan rutinitas liburan yang semakin membuatku merasaaa....
ahhhh... semakin bosan saja.
bosan......
hari-hariku kenapa menjadi tetap saja.
rumah-kampus-rumah-kampus lagi-...-...-....


Duhai, Rabbii....
aku memang sedang tak menemukan diriku yang dulu,,
disorientasi.

Rabbi... aku ingin kembali (dan selalu) bersandar padaMu..
Lelah ini belum seberapa, kan ?
... Jika bukan karenaMu...
maka inginku,,
‘menghilang’ saja.....
menanggalkan semua yang ada di pundak..
melarikan diri...mencari ‘kebahagiaan’...
tapi..
syukurku, padaMu Rabbi...
Kau masih membimbingku..
dalam bisikMu..
yang membuatku kembali tersadar...
kalau..
:: Kebahagiaan fana tak ada apa-apanya dibanding kebahagian yang Kau janjikan nanti..
itu yang selalu memotivasiku, Duhai Rabbi....
aku.sungguh.sungguh.merindukanMu.
dalam dekapMu. dalam malam panjang bersamaMu. dalam sensasi merasakan nikmatnya surat cintaMu.
aku ingin selalu.selalu.selalu.
berada dalam nafas cintaMu. yang tak pernah berhenti dalam setiap detak....
aku.hanya.ingin.ada.Engkau.selalu.
Rabbku.................................
^^

KITA BERBEDA

Nyatanya, kita berbeda di lima huruf itu.
P.U.L.U.H

Dua untukku.
Dua Puluh untukmu.

Aku, menatapmu.
Kau memang belum berhenti. Kau masihsenantiasa berlari. Berlari. Tak berhenti. Mengejar-Menggapai. Mimpi. Ya !Mimpimu, selesaikan tigapuluh itu. Dan setelah itu, aku percaya..
kau pandai menjaga.

Di 'dunia' yang berbeda denganmu. Kudapati diriku. Sama, sepertimu. Berlari dan terus berlari. Tapi, kita berbeda.Seringkali aku terjatuh. Lama terhenti. Tak bangkit-bangkit. Menoleh kanan-kiri.Lalu, tunduk. Terputuskan asa. Berbisik, lirih.. "Mungkinkah, pantaskah, aku ?"
Aaahhhh... tapi ternyata telah banyaktatapan yang menoleh ke arahku, dan berkata 'Ayooo Zah.. kau bisa !'
Ku layangkan lagi asa itu. Ku sampaikanpadaMu. Izinkan aku juga, Rabbii...
kapanpun itu.

Doa Rabithah

Sesungguhnya Engkau tahu,
bahwa hati ini tlah berpadu,
berhimpun dalam naungan cintaMu.
Bertemu dalam ketaatan, bersatu dalam perjuangan, menegakkan syariat dalam kehidupan….
Kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukilah jalan-jalannya.
Terangilah dengan cahyaMu, yang tiada pernah padam.
Ya ROBBI bimbinglah kami…
Lapangkanlah kami dengan karunia iman, dan indahnya tawakal padaMu…
Hidupkan dengan ma’rifatMu, matikan dalam syahid di jalanMu,
Engkaulah pelindung dan pembela…
Ya Robbi bimbinglah kami….