Ide tulisan saya bermuncul dari pengalaman masa-masa KKN saya ketika beberapa tahun yang lalu di Pessel, walaupun hanya beberapa hari saja mengikuti KKN karna Allah mempunyai rencana yang lain, tp alhamdulillah akhirnya LULUS juga, peribahasa jawa yang pernah saya dengar sepertinya sudah banyak dikenal orang “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino” (Timbulnya cinta gara-gara sering ketemu/berinteraksi) diplesetkannya menjadi “ Witing tresno jalaran soko kuliah kerjo nyoto” . Apakah langsung skeptis??? O0ww Tidak! Apakah langsung emosi hierarkis??? O0ww Tidak! Jadi gimana dunk..??!??
Banyak yang berubah dalam kehidupan kita, banyak yang peristiwa yang hilir mudik di kepala kita, banyak sekali aura-aura negatif yang berperang dengan aura positif, banyak sekali momen yang kadang membuat kita jatuh terjerembab, banyak sekali kebahagiaan yang datang tiba-tiba… agghh … saya bingung mau nulis apa..??$$@@???tuiingg,,tuiingg
Ya intinya banyak yang berubah! Hidup adalah suatu rentetan peristiwa sambung menyambung, dengannya kita akan merasa hina dan mulia, dengannya kita bisa lebih tahu siapa diri kita, seberapa hina kita di mata Nya, seberapa banyak kita sudah mengenalNya. Itulah hakikat sebenarnya hidup. Begitu juga dengan KKN, apakah dengannya kita bisa lebih mengenalNya, apakah dengan KKN itu kita menjadi dekat denganNya, atau malah dengannya [???!!??].
ffiiuuhhh, akhirnya ketemu titik conclue nya. KKN idealisme pertama kali yang diusung, mengabdikan ilmu yang kita miliki di bangku perkuliahan untuk masyarakat. Tapi sungguh untuk menyamakan persepsi tentang hal itu sulit sekali, apalagi banyak kepala dengan isi yang berbeda yang tentu dengan idealisme yang berbeda pula. Mulai dari KKN sebagai ajang refreshing, ajang kebebebasan cuti kuliah, ajang kebebasan untuk ga ketemu dosen, ajang mencari link kerja, ajang mencari pacar sampai ajang mencari pendamping hidup.
Sedikit keresahan yang pengen sekali dibagi, ada kesedihan yang pengen sekali untuk disalurkan, ada kegelisahan yang pengen sekali saya ingin kamu-pun merasakannya. Keresahan, kesedihan dan kegelisahan pasca KKN yang pernah saya lalui semoga tidak menyublim ke orang lain (yang mungkin beridealisme sama denganku). Bermula dari futurnya kader, bermula dari berubahnya simat (baca : pakaian) kegelisahan itu masih ada. Resah! teman yang sebelum KKN sudah bisa dikatakan akhwat (pake rok, jilbab syar’i, ga ketat) berubah menjadi ber-celana jeans, ketat dan berjilbab nyekek,. Gelisah! Teman yang dahulunya aktif di lembaga dakwah, bisa dikata “harokers “ (penggerak) menjadi futur sering ber-sms-an dengan cewek bekas teman KKN, sms ga penting lagi. Sedih! teman yang dahulunya kompie alias komputer nyala selalu nashyeed punya berubah menjadi linkin park/dangdut punya. Banyak yang berubah pasca KKN ….
Ngapain segh ngurusin urusan orang lain! Ngurus tuh diri sendiri yang belum ada yang ngurus! Pengennya juga begitu, ga ngurusin masalah orang lain tapi tetap saja ga bisa. Berbagi pengalaman KKN, bekal yang harus kamu punyai untuk KKN. Walau kelihatannya banyak, dan susah tapi kalau kita berjuang untuk melakukannya ga ada yang ga mungkin. Terangkai dalam 10 Muwashoffat neeh..
1. Salimul Aqidah ( aqidah yang lurus)
2. Shohikhul Ibadah (Ibadah yang bener)
3. Matinul Khuluq ( Akhlak yang memukau)
4. Qowiyul Jism (Jasad yang kuat)
5. Haritsun ‘alal waqtiha ( pandai menjaga waktu )
6. Mujahadul Linafsihi (Berjuang melawan hawa nafsu)
7. Tsaqoful Fikr ( Pikiran yang luas dan cerdas)
8. Munadzomu fii syuunihi ( teratur dalam segala urusan)
9. Qodirun ‘alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri)
10. Nafi’un Lighoirihi ( Bermanfaat bagi orang lain)
Ga cuman aqidah saja yang ditempa di KKN tapi semuanya, akan kelihatan asli sosok kita, egoiskah, teratur-kah, manja-kah, arogan-kah, dsb. Dunia mahasiswa yang super idealis akan benar-benar tidak bersahabat dengan kita, kalau kita ga realitis.
Pasca KKN –pun saya masih merasa “kacaw” imbas dari KKN, memang gk sestabil dulu sebelum KKN, tapi sekarang Alhamdulillah sudah netral. Memangnya apa yang terjadi di lingkungan KKN?. Aghh.. kalo kamu nanya itu, tulisan ini ga ada endingnya. Dulu, saya merasa ga cantik, ga manis, cerewet, tomboy, cuek-an, dan aq berprinsip keras, gk akan degh sepeser pun anak cowok KKN akan dekat dengan orang seperti saya. Tapi ternyata saya salah, salah besar yang akhirnya membuat saya berpikir terbalik dan mulai mengoreksi menata semuanya.
Saya kira juga teman biasa, temen se-unit, asli temen ngobrol biasa. Akhirnya kata-kata yang sebelumnya ga pernah saya dengar pun, dan bercita-cita selamanya ga akan mendengar kata-kata itu, Tapi di KKN terdengar juga, teman saya itu bilang, “ Mau ya fulan menjadi pacar aku, menemani alur cerita hidupku, untuk kemudian kita bisa saling berbagi “. Watch up saya ga nyadar kalo saya sedang ditembak [Gubrraaak,,, Dasar lugu end Poll hig gw!!]. Saya cuma kaget linglung beberapa saat, ngomongnya di banyak orang lagi! Untung saja dari banyak orang itu pada lagi tidur, yang ga tidur hanya ada 3-4 orang saja. Waduw…. Koq bisa ya??? Akhwat??? Ga cantik??? Tomboy??? Cerewet???? Pacar ???Arrgggh so dizzy! (dibawa angin lalu aja, cuek, itulah aq)
Pfiiuuuh.. [menghela nafas sejenak] beri aku kekuatan ya Robb, untuk sebentar terlantun doa dalam hati, “Allohuma inni a’udzubika minnal hammi wal hazan… “ . Egh kamu tahu akhwat itu ga pacaran lho, [gini.. bla.. bla.. ] biasa agak sedikit menyalurkan idealisme... [Semoga saja ia gk sakit hati ataw mau bunuh diri ], “ Kenapa harus mempertaruhkan kenikmatan yang keren setelah nikah dengan kenikmatan yang sesaat, dosa lagi” . Tanpa sadar, ternyata anak-anak tadi yang tidur ternyata cuma pura-pura tidur. Mereka nyeplos bilang, “Pake ta’aruf dulu?…” yang lain juga keceplosan “Trus..” Waaaa tidaaak.. malunya! (>_<), Ya sudah sekalian degh, dakwah ke mereka, walau kutahu mereka gk begitu terpengaruh dengan ucapanku ataw langsung mutusin pacar mereka, paling tidak mereka sudah terwacanakan dan aq sudah beri sedikit masukan kpd mereka.
Itu hanya secuil kecil belum permasalahan yang lain-lain, masih banyak yang lain, mulai lagi acara tasyukuran masyarakat desa, acara MTQ, buka bareng bersma masyarakat, mahasiswa KKN juga diundang., dan ketika KKN begitu banyak agenda yang di angkatkan.
Ketika kita disuruh ceramah saat bulan Ramadhan, Apa kita harus takut? Ga boleh takut klo kamu seorang da’I sejati [wuih.. ngeri..] Heh yang namanya da’I itu bukan hanya pak ustadz yang sering khutbah, bukan hanya seseorang yang pegangannya kitab gedhe, bukan hanya akhwat yang jilbabnya sampai nyium tanah, Bukan! Tapi kamu-pun juga da’i, asal kamu orang Islam, kita adalah da’I sebelum segala sesuatunya. Entah ia bisnisman, entah ia dosen, entah ia programmer, entah ia arsitek, yang penting omongan yang kita lantunkan adalah pesan islam pesan kebenaran. [cathet.] Ini secara spesifik tips bisa survive di KKN
- Bagi akhwat yang belum bisa naik motor, jangan KKN dulu, mesthi belajar motor dulu untuk meminimalisir boncengan ma cowok.
- Bagi akhwat yang masih juga ga bisa naik motor, bawa motor dari rumah, siapa tahu ada temen se-unit yang bisa naik motor trus minta bonceng yang cewek yang bisa naik motor.
- Bagi akhwat, jangan pernah merasa ekslusif dengan para cewek hedon, siapa tahu hidayah mereka dari Alloh untuk mereka melalui tanganmu, walau diakui memang untuk pertama kali perlu perjuangan ekstra, beradaptasi dengan mereka.
- Bagi ikhwan, tetapkan prinsipmu! Jangan merasa kasihan ma cewek yang ga bisa naik motor, percaya degh kamu orangnya penyayang kepada semua insan, tapi untuk urusan aqidah jangan pernah merasa kasihan.
- Bagi ikhwan, sedapat mungkin ciptakan komunitas relasi yang bagus dengan cowok sehedon apapun itu, tugas kita lebih berat, back-up, back-up perlu banyak diskusi, dan ciptakan kondisi yang agak islami walau ga bisa sepenuhnya islami. Baca tilawah habis maghrib
- Bagi ikhwan n akhwat, koordinasi perlu untuk menciptakan strategi dakwah tapi ingat jaga hijab! Lebih rentan berinteraksi dengan ikhwan untuk akhwat, dengan akhwat untuk ikhwan karena Allah pun sudah memberi kita kecondongan, kendalikan dan lawan nafsumu.
- Bagi ikhwan ataw akhwat, momen KKN adalah dakwah real di masyarakat segera screening, pelajari, endapkan ciptakan strategi perluasan dakwah. Kita telah membuat kontrak jual beli dengan Allah, dan jual beli dengan Allah lebih mulia dari kegiatan apapun.
- Bagi anak harokers, target terbentuk 1 halaqoh bisa ga pak ataw bu :D? Berjuang Sobat..
- Bagi cowok ataw cewek, berjalan beriringan, yang cowok coba dekati ikhwan yang cewek coba dekati yang akhwat, dijamin! Kamu akan mendapatkan hal yang baru yang membuatmu merasa lebih hidup..
- Untuk All, jaga sholatnya jangan sampai molor banyak dari waktu sholatnya, paling rentan sholat subuh tuh…
NB : Istilah ikhwan n akhwat hanya sebagai pembebanan tugas, bukan bermaksud sok eksklusif. Yang belum merasa ikhwan atw akhwat jangan pandang kami adalah sesuatu yang sangat sulit untuk diraih, sangat sulit untuk ditiru. Mudah koq asal ada kemauan yang keras.
#Be Fight Coy..
SEMOGA BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar