Selasa, 27 Maret 2012

Aduh...Bagaimana ini..!!!sayang sekali!! Kenapa ya???

Sering kali bahkan tanpa kita sadar kata-kata "Aah..", "Aduh", "Sayang sekali", "Kenapa yah?", "Koq aku dapet masalah terus?", dan kalimat-kalimat lainnya yang terkesan "Keluhan" keluar dari bibir kita.
Kata-kata ringan tapi punya makna belum bisa menerima apa setulus hati apa yang sedang dialaminya,
entah itu ujian dalam bentuk musibah besar atau yang kecil sekalipun.

Satu ketika seorang sahabat bertutur, "Kenapa yah koq akhir-akhir ini berbagai musibah menimpaku? Ditambah lagi teman-teman mulai kurang perhatian padaku dan aduh aku jadi tidak dipercaya.
Ada yang bilang kurang perhatianlah, nggak adillah, inilah itulah. Aku jadi bingung. Padahal aku sudah berusaha berbuat apa yang aku bisa. Aku jadi sedih. Kenapa semua berakhir seperti ini?"

Seseorang yang mulanya berniatan mulia, ketika mendapat tekanan-tekanan dari sekelilingnya bisa saja mengeluarkan penuturan seperti di atas. Di satu sisi dia ikhlas menerima apa yang sedang dialaminya, tapi disisi lain ada bisikan-bisikan yang membuatnya menyesali keadaan.

Keluh kesah yang terpancar lebih disebabkan karena mengikuti dorongan hawa nafsu, tidak mampu menahan rasa pedih atau emosi batin, kurang bersyukur terhadap nikmat yang begitu banyak dibandingkan bencana yang baru menimpa, atau karena kelemahan iman terhadap qadha dan qadar, sehingga tidak memahami hikmah dibalik bencana tersebut.

Kenapa sih mesti ada musibah? Musibah itu adalah sarana ujian atas prestasi keimanan seseorang. Rasulullah SAW bersabda, "Orang-orang yang paling besar mendapat ujiannya adalah para nabi, kemudian para syuhada, kemudian orang-orang setingkat dengannya."

Disamping itu, musibah merupakan sarana untuk mengukur kebenaran iman. Allah menurunkan musibah agar kita benar-benar bisa mengukur apakah benar kita beriman atau tidak? atau bisa jadi musibah diturunkan sebagai azab atas kemaksiatan dan kekufuran agar kita menjadi jera. Bukankah diturunkannya azab di dunia lebih baik dari pada di akhirat kelak? Agar kita lebih dulu menyadari kesalahan dan dosa-dosa kita.

Subhanallah betapa cintanya Alloh pada orang-orang yang mendapat musibah dan berhasil memupuk kesabaran atas dirinya. Alloh berfirman dalam surat Ar-Rum:41, "Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya Alloh merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar."

Kunci utama dari pemecahan masalah ini adalah sabar, yaitu menahan diri dari keluh kesah, amarah, apalagi dari harapan mendapat belas kasihan dari orang lain.
SAW bersabda, "Sabar itu tatkala menghadapi ujian musibah yang pertama." Karena pada saat-saat itulah Alloh menguji iman seseorang, apakah dia berhasil melawannya dengan mengembalikan segala urusannya pada Alloh dan memendam emosinya dalam-dalam, atau malah semakin larut dalam duka yang berkepanjangan hingga selalu merasa gelisah.

Apakah bersabar dengan memendam emosi dapat menyelesaikan masalah? Tentu saja belum. Setidaknya dengan memendam emosi, ada perasaan tenang di hati kita. Ketika perasaan tentram itu datang, akan ringanlah bagi kita untuk berpikir jernih. Ketika ujian kesabaran telah kita lewati, selanjutnya kita harus mencek dan ricek kembali apa hakikat dari musibah-musibah yang telah kita alami.

Mari kita telaah setiap permasalahan / musibah yang sedang kita hadapi, agar kita terbebas dari penyakit keluh kesah, dengan
  • Menjauhi semua penyebab timbulnya penyakit keluh kesah.
  • Mempelajari akibatnya.
  • Memahami makna sabar dan seluruh manfaatnya.
  • Meyakini bahwa cobaan adalah takdir dari Alloh yang terbaik bagi kita, dan kelak akan terbukti hikmahnya.
  • Menahan emosi semaksimal mungkin sehingga tidak menimbulkan reaksi negatif terhadap tindakan fisik.
  • Jika masih ada rasa kesal, segera beranjak dari tempat duduk, ambil air wudhu dan baca istighfar sebanyak 3 kali.
  • Berdoa, "Ya Alloh, selamatkanlah aku dalam musibahku ini, dan semoga engkau menggantinya dengan sesatu yang lebih baik daripada ini."
  • Selalu bersyukur akan nikmat yang diterima.
Bagaimanapun musibah menuntun kita kejalan yang lebih baik dan lewat musibahlah Alloh mengabulkan do'a yang sering kita panjatkan, "Ya Alloh, tuntunlah kami ke jalan yang benar, jalan yang Engkau ridhoi." Agar kita tergolong orang-orang yang beruntung dikehidupan mendatang. Semoga kita bisa mengganti kata Aduh, Sayang Sekali, Kenapa Yah? dengan kata-kata yang lebih punya makna seperti "Masya Alloh", "Astaghfirullah", dan kata-kata lain yang lebih bisa menentramkan hati kita. Wallahu a'lam bishawab

#Renungan Inspiratif

Sepenggal kisah mahasiswa Tingkat Akhir

Sedikit sharing tentang masa-masa tingkat terakhir, saat para mahasiswa sudah disibukkan dengan karya ilmiah "skripsi"
Beberapa belakangan ini banyak mahasiwa tingkat akhir disibukkan dengan berbagai tugas akhir, apalagi yg tinggal 1 bulan lagi, pastinya hal ini menjadi adrenalin buat anda yg sudah dikejar date line,aplagi yang masih bimbingan dengan dosen pembimbing,dan juga akan meghadapi penguji sidang tugas akhir mahasiswa, paling tidak minimal 2 kali dalam sepekan. Buat saya menjadi penguji mempunyai keasikkan tersendiri. Menyenangkan dan menggelikan. Menyenangkan karena melihat hasil karya tugas akhir mahasiswa yang bermacam-macam dengan pendekatan yang berbeda-beda. dan yang paling seru lagi, melihat tampang mahasiswa yang tegang menghadapi para penguji sehingga sering membuat rasa grogi yang kadang berujung pada hilangnya semua yang telah disiapkan, apalagi pada saat sidang ujian akhir.

yang paling sering kita temui pada mahasiswa tingkat akhir adalah:
1. Rajin ke Perpustakaan
Mahasiswa tingkat akhir, pastinya disuruh banyak cari referensi, ntah itu jurnal ato skripsi dari alumni, n mau g mau mereka cari bahan di perpus kampus ato perpus daerah... Kalo yg awalnya mereka cuma sekali dalam 1 semester ke perpus, bisa dipastikan dengan adanya skripsi mereka harus ke perpus berkali-kali, biar dapet revisi banyak

2. Rajin Searching
Selain ke perpus, banyak mahasiswa yg diharuskan cari-cari bahan tambahan di internet, mau ga mau (pasti mau) mereka searching bisa sampe berjama-jam lamanya.. heheheh tp mungkin kebanyakan ngaskus & fesbuk ketimbang cari bahan.

3. Rajin beli kertas & tinta
Kalo yang ini pasti sob, mahasiswa pasti membutuhkan yg namanya kertas n tinta untuk ngeprint skripsi yg dah mereka buat... tp g jarang jg, mahasiswa jadi boros sama kertas, alasannya kalo tiap bab di konsulkan ke dosen, biasanya banyak yg dicoret2 dan harus ngulang lagi

4. Begadang
99% kemungkinan banyak mahasiswa yang begadang, apalagi kalo sudah masuk date line.. wuuiihh bisa ampe jam 2 malem, jam 3, jam 4 shubuh.. bahkan sampe g tidur

5. Makan ga teratur
Kadang terlalu sibuknya mahasiswa, dari kost, kampus, perpus, ketemu dosen dan blaa blaaa blaaaaa nyebabkan mereka makannya g teratur... pagi sarapan, siang ngemil doank, malem g makan, tp tengah malam sambil begadang mereka ngemil lagi

6. Duit cekak
cekak ato malah sama sekali kagak punya duit udah biasa di kalangan mahasiswa.. yaaapp jalan satu2nya adalah ngutang. udah g terhitung berapa banyak mahasiswa di indonesia yg ngutang untuk menutupi skrpisi di akhir semesternya.. mo minta kiriman ortu, malu karena bulan ini minta 2x... Kalo untuk tingkat akhir, ada juga yang ngadain riset ato analisa, n membutuhkan dana yg lumayan banyak... bisa jadi satu sampel analisa biaya peneliatian ampe 300 rbu, bayankan aja klo banyak sampel yg mesti diteliti... tambah bokek ajaa deh si mahasiswa

7. Nunggu Dosen Ampe Kering
Males banget ga sih, klo mesti nunggu dosen yang g pasti datengnya, ditelpon janjinya 1 ato 2 jam lagi ternyata setelah berjam2 g nongol juga.. ammmpooooonnn dahhhhh

8. Riset gagal
Disini parahnya sob, klo misalkan riset ato analisa gagal ditengah jalan ,apalgi kalo sudah didesak dosen untuk cepet selesai.. apa tambah gk puyeng kita... bayangkan berapa usaha yg kita lakukan, berapa duit yang kita keluarkan.. klo ngebayangin itu, naudzubillah... menyedihkan

9. D.O.W.N
jangan sampe ini terjadi sama sob sekalian, ngerasa putus asa, n g ada semangatnya lagi, hal ini bisa terjadi karena :riset gagal, jenuh, ngeliat temennya sudah kelar, minder dll... ketika kita ngerasa down, cari variasi baru ato refresh kan pikiran sejenak untuk ninggalkan masalah skripsi.. yang penting cari suasana baru. Tp inget jangan terlalu kebawa enak, ntar skripsinya dilupaian berabe

10. Emosi Gak Stabil
Mungkin karena pengaruh suasana, mahasiswa kadang2 jadi emosional.. kadang marah2 g jelas, kadang nangis, kadang ngurung diri dikamar.. yaaacchh ngebayangin skripsi mereka yang g kelar.. memang g semua, tp pasti ada beberapa...

walaupun banyak hal-hal yg di alamai oleh mahasiwa tingkat akhir, mudah-mudahan buah yang di dapat akan manis rasanya jika dilakukan dengan sungguh-sungguh. yang di dapat itu pasti luar biasa senangnya, bersakit-sakit dahulu, baru bersenang-senang kemudian.

dan juga ada beberapa hal yang harus disiapkan mahasiswa tingkat akhir :
  1. Memahami dengan benar masalah, karena disanalah proses pemecahan masalah dibahas dengan gamblang.
  2. Menguasai permasalahan skripsi, minimal bahasa yang akan digunakan untuk membangun sistem tugas akhir.
  3. Paham dan menguasai konsep sistem basisdata (database), karena saat membangun atau mengembangan sistem pasti berhubungan dengan basisdata, khususnya yang mengambil domain tugas akhirnya pengolahan data.
  4. Harus mempunyai dan memahami objek yang diangkat dalam tugas akhir. Hal ini sangat penting agar tujuannya fokus tidak mengambang.
  5. Mengumpulkan referensi-referensi yang berhubungan dengan objek yang diangkat dalam tugas akhir, entah berupa buku, ebook atau data yang mendukung.
  6. Sebelum mengajukan proposal tugas akhir pastikan sudah membuat cetak biru (blue print) tugas akhir, untuk memudahkan penyelesaiannya.
  7. Buat jadwal penyelesaian tugas akhir dan pastikan semuanya dilaksanakan dengan disiplin.
  8. Selama menyusun atau masa bimbingan sebisa mungkin membangun komunikasi yang baik dengan para pembimbing sehingga progress penyelesaiannya terukur.
Hal-hal diatas tidak akan terlaksana dengan baik jika penyediaan waktu yang cukup dan semangat untuk menyelesaikannya.Terpenting adalah harus disertai doa agar semua usaha tadi lancar dan bermuara kepada keberhasilan. Alhamdulillah, dengan semangat bersama teman2 kampus, ana pun ikut semangat utk menyelesaikan tugas akhir ini.

Ujian adalah Tarbiyah dari Allah

Mengharapkan keredhaan Allah bukanlah suatu yang mudah buat manusia yang benar-benar menuntut kasih dan sayang dari sang pencipta. Keredhaan Allah itu adalah hak untuk setiap manusia mendapatkannya, namun ia hanya benar-benar layak untuk hamba-hamba yang runtun hati dan jiwanya hanya untuk diserahkan kepada Allah.
Setiap manusia mahu mendapatkan yang terbaik untuk hidup mereka. Ramai yang sadar bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara sebelum manusia dihidupkan semula di akhirat kelak. Namun buat insan yang benar-benar menuntut keredhaan Allah jalan perjuangannya tidak akan dihiasai dengan perkara yang indah, sebaliknya Allah akan mengujinya dengan pelbagai ujian dan dugaan yang bakal menguji keikhlasannya dalam perjuangan.


 Apakah perjuangan yang dimaksudkan?
Perjuangan itu begitu luas konsep dan maknanya, apalah lagi perjuangan adalah matlamat yang tersemat di hati para syuhada yang inginkan syahid dalam setiap pekara yang dilakukan. Meskipun begitu, menuntut ilmu juga ialah perjuangan yang perlu dipikul oleh setiap manusia yang  bergelar pelajar. Tidak kiralah seseorang itu adalah pelajar sekolah rendah ,menengah atau sudah begelar mahasiswa sekalipun. Semua itu adalah termasuk dalam golongan orang yang sedang berjuang mencari martabat ilmu dan pastinya ia mendapat tempat yang tinggi di sisi Allah.

Tewas sebelum berjuang?
Di alam mahasiswa khususnya , tidak ramai yang benar-benar mencapai kejayaan yang sebenarnya. Setiap pejuang yang begelar mahasiswa akan diuji sepenuhnya dalam liku-liku perjalanannya sepanjang menuntut ilmu. Ujian yang datang dari Allah itu akan hadir dalam berbagai-bagai bentuk ujian antaranya ialah diuji dengan kesempitan wang di universiti, diuji dengan bebanan tugasan yang banyak, diuji dengan hati yang lalai kepada cinta ,ada juga yang diuji dengan kesakitan, kematian insan tersayang dan pelbagai lagi bentuk ujian yang diturunkan Allah kepada  hamba-hambaNya.
Setiap insan yang diuji  oleh Allah dengan ujian-ujian tadi selalunya akan merungut, berputus asa malah ada yang mengambil jalan mudah dan singkat bagi menghadapi setiap ujian tadi dengan perkara yang dilarang syariat. Kekurangan uang misalnnya membuatkan seorang mahasiswa yang tidak berfikir panjang medapatkan uang dengan cara yang mudah dan singkat seperti menipu , menghamburkan-hamburkan uang ke dalam pelaburan yang haram dan itulah manusia-manusia yang kering kontang iman dan ketaqwaannya, Naudzubillah. Semua itu bukan lagi bermakna dan dianggap kejayaan kerana manusia seperti ini sudah pun tewas di pertengahan jalan perjuangannya.

Mengapa aku diuji?
" arghh, kenapalah tuhan tidak adil kepada aku"....kenapa aku diuji sebegini sedangkan manusia lain tidak..tension betul.."

Manusia diuji kerana dirinya sudah mendapat perhatian di pandangan Allah, tetapi pandangan yang bagaimana? Pandangan itu ialah pandangan kasih dan sayang pencipta kepada hambanya. Beruntunglah manusia yang sering diuji kerana hidupnya mendapat perhatian dari Allah yang maha mengatahui mengapa ujian itu diberikan.
Bayangkan anda dihimpunkan bersama-sama seluruh penduduk dunia di padang masyar, dalam keramaian manusia tadi tiba-tiba nama anda dipanggil Allah untuk menjadi tetamu syurga. Beruntunglah si pemilik nama tadi yang untungnya tiada tandingan walaupun seberat bulan , matahari dan bumi. Begitulah juga dengan konsep ujian tadi, manusia yang diuji adalah manusia yang mendapat perhatian dari Allah. Dalam berbilion penduduk bumi tetapi hanya satu nama yang mendapat perhatian untuk diuji dengan ujian yang tertentu. Bukankah itu adalah satu keuntungan buat manusia yang diuji tadi? Dengan ujian tadi Allah akan mengangkat martabat hambanya jika dia ikhlas dalam menempuh bebanan yang diamanahkan kepadanya.Sebagai seorang hamba juga kita perlu ingat, ujian yang diterima oleh kita tidak akan sama dengan insan yang lain. Jika kita merasa diri sudah dipikul dengan ujian yang berat sebenarnya masih ramai yang diuji dengan ujian yang hebat dan berat.
Pimpinlah Daku
 "Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Tuhan mereka,dan merekalah orang-orang yang beruntung" (Surah Al-Baqarah 2:5)

Hayatilah ayat diatas tadi, sesungguhnya janji Allah adalah benar-benar belaka dan tiada dusta. Allah menjanjikan buat hamba-hambanya yang beramal soleh dengan keuntungan yang tiada nilainya di bumi ini.
Buatmu teman seperjuangan,andai sebelum ini hatimu sering mengeluh dengan ujian yang diturunkan kepadamu maka muhasabahlah segera niatmu dalam menuntut ilmu.
Apa yang kita cari sebenarnya semasa menutut ilmu? wanita, kedudukan,kekayaan atau sebaliknya? Apakah kita tidak merasa untung bila mendapat perhatian dari Allah? Apakah kita akan mudah menyerahkan segalanya sebelum kita benar-benar menamatkan perjuangan yang sebenar di dunia ini. Bukan kita sahaja diuji, sebaliknya setiap manusia akan diuji dengan bemacam-macam jenis ujian yang berbeza.  Hanya masa dan takdir yang akan menentukan  kita ini, apakah benar-benar seorang pejuang atau sebaliknya.
#Renungan buat kita semua

Muslimah itu

Aku lihat muslimah itu.
Dari kejauhan pandanganku.
Aku lihat muslimah itu.
Pandangannya tunduk memaku.
Aku lihat muslimah itu.
Bibirnya sentiasa bergerak laju memuji Tuhan Yang Satu.
Aku lihat muslimah itu.
Sentiasa tunduk membaca kalimah-kalimah Tuhanku.
Aku lihat muslimah itu,
Mengeluarkan suara hanya apabila perlu.
Aku lihat muslimah itu,
Dan benar aku cemburu.

Kerana yang aku mahu,
Muslimah yang aku lihat itu,
Adalah diriku.
Kerana yang aku mahu,
Muslimah yang tunduk pada yang satu itu,
Adalah diriku.
Kerana yang aku mahu,
Muslimah yang bergetar rasa takut kepada Tuhan itu,
Adalah diriku.
Aku mahu menjadi muslimah itu.
Sangat mahu.
Tuhan,
Bantu aku.
Bantu hamba-Mu.
Untuk sentiasa mengejar cinta teragung-Mu.
Untuk sentiasa menjaga setiap saat kehidupanku.
Untuk syurga-Mu.

Seni Menata Hati Karena Allah

SELALU MENATA HATI Betapa indah sekira kita memiliki qolbu yg senantiasa tertata terpelihara terawat dgn sebaik-baiknya. Ibarat taman bunga yg pemilik mampu merawat dgn penuh kesabaran dan ketelatenan. Alur-alur penanaman tertata rapih. Pengelompokan jenis dan warna bunga berkombinasi secara artistik. Yang ditanam hanya tanaman bunga yg memiliki warna-warni yg indah atau bahkan yg menyemerbakan keharuman yg menyegarkan.

Rerumputan liar yg tumbuh dibawah senantiasa disiangi. Parasit ataupun hama yang akan merusak batang dan daun dimusnahkan. Tak lupa tiap hari disirami dgn merata dgn air yg bersih. Tak akan dibiarkan ada dahan yang patah atau ranting yg mengering.

Walhasil tanah senantiasa gembur tanaman bunga pun tumbuh dgn subur. Dedaunan sehat menghijau. Dan subhanallah bila pagi tiba manakala sang matahari naik sepenggalah dan saat titik-titik embun yg bergelayutan di ujung dedaunan menagkap kilatan cahaya bunga-bunga itu dgn aneka warna mekar merekah. Wewangian harum semerbak ke seantero taman tak hanya tercium oleh pemilik tetapi juga oleh siapapun yg kebetulan berlalu dekat taman. Sungguh alangkah indah dan mengesankan.

Begitu pun qolbu yg senantiasa tertata terpelihara serta terawat dgn sebaik-baiknya. Pemilik akan senantiasa merasakan lapang tenteram tenang sejuk dan indah hidup di dunia ini. Semua ini akan tersemburat pula dalam tiap gerak-gerik perilaku tutur kata sunggingan senyum tatapan mata riak air muka bahkan diam sekalipun.

Orang yg hati tertata dgn baik tak pernah merasa resah gelisah tak pernah bermuram durja tak pernah gundah gulana. Kemana pun pergi dan dimana pun berada ia senantiasa mampu mengendalikan hatinya. Diri senantiasa berada dalam kondisi damai dan mendamaikan tenang dan menenangkan tenteram dan menenteramkan. Hati bagai embun yg menggelayut di dedaunan di pagi hari jernih bersinar sejuk dan menyegarkan. Hati tertambat bukan kepada barang-barang yg fana melainkan selalu ingat dan merindukan Zat yg Maha Memberi Ketenteraman Allah Azza wa Jalla.

Ia yakin dgn keyakinan yg amat sangat bahwa hanya dgn mengingat dan merindukan Allah hanya dgn menyebut-nyebut nama tiap saat meyakini dan mengamalkan ayat-ayat-Nya maka hati menjadi tenteram. Tantangan apapun dihadapi seberat apapun diterima dgn ikhlas. Dihadapi dgn sunggingan senyum dan lapang dada. Bagi tak ada masalah sebab yg menjadi masalah hanyalah cara yg salah dalam menghadapi masalah.

Adalah kebalikan dgn orang yg berhati semrawut dan kusut masai. Ia bagaikan kamar mandi yg kumuh dan tak terpelihara. Lantai penuh dgn kotoran. Lubang WC- masih belepotan sisa kotoran. Dinding kotor dan kusam. Gayung bocor kotor dan berlendir. Pintu tak berselot. Kran susah diputar dan air pun sulit utk mengalir. Tak ada gantungan. Bau membuat tiap orang yg menghampiri menutup hidung. Sudah pasti tiap orang enggan memasukinya. Kalaupun ada yg sudi memasuki pastilah krn tak ada pilihan lain dan dalam keadaan yg sangat terdesak. Itu pun seraya menutup hidung dan menghindarkan pandangan sebisa-bisanya.

Begitu pun keadaan dgn orang yg berhati kusam. Ia senantiasa tampak resah dan gelisah. Hati dikotori dgn buruk sangka dendam kesumat licik tak mau kompromi mudah tersinggung tak senang melihat orang lain berbahagia kikir dan lain-lain penyakit hati yg terus menerus menumpuk hingga sulit untuk dihilangkan.

Sungguh orang yg berhati busuk seperti itu akan mendapatkan kerugian yg berlipat-lipat. Tidak saja hati yg selalu gelisah namun juga orang lain yang melihat pun akan merasa jijik dan tak akan menaruh hormat sedikit pun jua. Ia akan dicibir dan dilecehkan orang. Ia akan tak disukai sehingga sangat mungkin akan tersisih dari pergaulan. Terlepas siapa orangnya. Adakah ia orang berilmu berharta banyak pejabat atau siapapun; kalau berhati busuk niscaya akan mendapat celaan dari masyarakat yg mengenalnya. Derajat pun mungkin akan sama atau bahkan lbh hina dari pada apa yg dikeluarkan dari perutnya.

Bagi orang yg demikian selain derajat kemulian akan jatuh di hadapan manusia juga di hadapan Allah. Ini dikarenakan hari-hari selalu diwarnai dengan aneka perbuatan yg mengundang dosa. Allah tak akan pernah berlaku aniaya terhadap makhluk-makhluknya. Sesungguhnyalah apa yg didapatkan seseorang itu tak bisa tak merupakan buah dari apa yg diusahakannya.

“Dan bahwasan manusia tak akan memperoleh selain dari apa yg telah diusahakannya. Dan bahwasan kelak akan diperlihatkan kemudian akan diberikan balasan kepada dgn balasan yg paling sempurna.” : 39-41} demikian firman Allah Azza wa Jalla.

Kebaikan yg ditunaikan dan kejahatan yg diperbuat seseorang pastilah akan kembali kepada pelakunya. Jika berbuat kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala sesuai dgn takaran yg telah dijanjikan-Nya. Sebalik jika berbuat kejahatan niscaya ia akan mendapatkan balasan siksa sesuai dgn kadar kejahatan yg dilakukannya. Sedangkan kebaikan dan kejahatan tidaklah bisa berhimpun dalam satu kesatuan.

Orang yg hati tertata rapih adl orang yg telah berhasil merintis jalan ke arah kebaikan. Ia tak akan tergoyahkan dgn aneka rayuan dunia yg tampak menggiurkan. Ia akan melangkah pada jalan yg lurus. Dititi tahapan kebaikan itu hingga mencapai titik puncak. Sementara itu ia akan berusaha sekuat-kuat utk berusaha sekuat-kuat utk memelihara diri dari sikap riya ujub dan perilaku rendah lainnya. Oleh karena surga sebaik-baik tempat kembali tentulah telah disediakan bagi kepulangan ke yaumil akhir kelak. Bahkan ketika hidup di dunia yg singkat ini pun ia akan meni’mati buah dari segala amal baiknya.

Dengan demikian sungguh betapa beruntung orang yg senantiasa bersungguh-sungguh menata hati krn berarti ia telah menabung aneka kebaikan yg akan segera dipetik hasil dunia akhirat. Sebalik alangkan malang orang yg selama hidup lalai dan membiarkan hati kusut masai dan kotor. Karena jangankan akhirat kelak bahkan ketika hidup di dunia pun nyaris tak akan pernah merasakan ni’mat hidup tenteram nyaman dan lapang.

Marilah kita senantiasa melatih diri utk menyingkirkan segala penyebab yg potensial bisa menimbulkan ketidaknyamanan di dalam hati ini. Karena dgn hati yg nyaman indah dan lapang niscaya akan membuat hidup ini terasa damai krn berseliweran aneka masalah sama sekali tak akan pernah membuat diri terjebak dalam kesulitan hidup krn selalu mampu menemukan jalan keluar terbaik dgn izin Allah. Insya Allah!



Hati Ibarat Kolam

Hati ini ibarat kolam yang memiliki empat saluran. Saluran pertama adalah mata. Saluran kedua adalah mulut. Saluran ketiga adalah telinga. Saluran keempat adalah otak (Pikiran). Kolam itu (hati) akan berisi air sesuai dengan dengan air yang mengalir dari keempat saluran tadi. Jika yang mengalir dari keempat saluran tadi adalah air susu, maka kolam itupun akan menjadi kolam susu. Apabila saluran-saluran ke kolam tadi berupa air jernih dan bersih maka dapat dipastikan kolamnya pun akan terisi dengan air jernih dan bersih. Sebaliknya jika yang mengalir melalui keempat saluran tadi adalah air kotor dan berbau busuk (najis) maka kolam itupun akan terisi air yang kotor dan najis.





Maka keempat saluran yang masuk kehati kita pun haruslah terjaga sumber dan isinya. Sebaiknya mata kita digunakan untuk memandang hal-hal yang disukai Allah SWT. seperti tilawah Al-Qur'an, bergaul dengan orang-orang shaleh, pendek kata mata kita digunakan untuk perkara-perkara yang hak. Pikir kita digunakan untuk memikirkan kebesaran Allah swt., kampung akhirat dan tanggung jawab agama, telinga digunakan untuk berbicara agama, iman dan amal shalih serta pembicaraan akhirat maka hati kita pun akan terisi dengan kebesaran Allah Swt. Sebagaimana kehendak dengan ucapan: Laa ilaaha Ilallah. Jika empat saluran menuju kehati difungsikan untuk kemungkaran dan kemaksiatan maka kolam hati pun akan terisi hal-hal yang dimurkai Allah Swt.. Mata yang maksiat, mulut yang ghibah, berbusa dan fitnah, hasud dan dusta kemudian fikir dipakai hanya untuk memikirkan hal yang remeh (dunia) ini seperti melulu memikirkan makan, minum, syahwat, harta dan dunia. Telingapun dibiasakan mendengarkan hal-hal yang maksiat dan mubadzir, maka hati kita akan keras dan pada gilirannya hati akan sangat sulit menerima cahaya kebaikan (hidayah). Kalau sudah seperti ini, bersiaplah hati ini akan dicuci dan dibersihkan di neraka Naudzubillah!