Minggu, 08 April 2012

Belajar dari sebuah Pohon Tua


Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya, tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya.

Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana. Mereka membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya. Burung-burung itu membuat lubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu. Pohon itupun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-harinya yang panjang.

Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap singgah, dan berteduh pada kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering duduk, dan membuka bekal makan, di bawah naungan dahan-dahan. "Pohon yang sangat berguna," begitu ujar mereka setiap selesai berteduh. Lagi-lagi, sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi.

Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan. Tubuhnya, kini mulai kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan yang dulu di milikinya. Burung-burung pun mulai enggan bersarang disana. Orang yang lewat, tak lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh.

Sang pohon pun bersedih. "Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki?" begitu ratap sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan. "Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini?" Sang pohon terus menangis, membasahi tubuhnya yang kering.

Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin kering. Ratap dan tangis terus terdengar setiap malam, mengisi malam-malam hening yang panjang.

Hingga pada saat pagi menjelang. "Cittt...cericirit...cittt" Ah suara apa itu? Ternyata, ada seekor anak burung yang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya. "Cittt...cericirit...cittt," suara itu makin keras melengking. Ada lagi anak burung yang baru lahir. Lama kemudian, riuhlah pohon itu atas kelahiran burung-burung baru. Satu... dua... tiga... dan empat anak burung lahir ke dunia. "Ah, doaku di jawab-Nya," begitu seru sang pohon.

Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu. Mereka,akan membuat sarang-sarang baru. Ternyata, batang kayu yang kering, mengundang burung dengan jenis tertentu tertarik untuk mau bersarang disana. Burung-burung itu merasa lebih hangat berada di dalam batang yang kering, ketimbang sebelumnya. Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih beragam. "Ah, kini hariku makin cerah bersama burung-burung ini", gumam sang pohon dengan berbinar.

Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang Tunas tampak tersenyum. Ah, rupanya, airmata sang pohon tua itu, membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.

***

Teman, begitulah. Adakah hikmah yang dapat kita petik disana? Allah memangselalu punya rencana-rencana rahasia buat kita. Allah, dengan kuasa yang Maha Tinggi dan Maha Mulia, akan selalu memberikan jawaban-jawaban buat kita. Walaupun kadang penyelesaiannya tak selalu mudah ditebak, namun, yakinlah, Allah Maha Tahu yang terbaik buat kita.

Saat dititipkan-Nya cobaan buat kita, maka di saat lain, diberikan-Nya kita karunia yang berlimpah. Ujian yang sandingkan-Nya, bukanlah harga mati. Bukanlah suatu hal yang tak dapat disiasati. Saat Allah memberikan cobaan pada sang Pohon, maka, sesungguhnya Allah, sedang MENUNDA memberikan kemuliaan-Nya. Allah tidak memilih untuk menumbangkannya, sebab, Dia menyimpan sejumlah rahasia. Allah, sedang menguji kesabaran yang dimiliki.

Teman, yakinlah, apapun cobaan yang kita hadapi, adalah bagian dari rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan-Nya buat kita. Jangan putus asa, jangan lemah hati. Allah, selalu bersama orang-orang yang sabar.

#Keep Fighting

Mencoba 1 jus or 2 jus/hari


Mengapa harus satu juz setiap hari? Itulah judul tulisan pada lembaran fotocopy-an yang diberikan seorang teman beberapa bulan yang lalu.
"Iya..kenapa harus satu juz, apa enggak kebanyakan tuh?" tanyaku pada temanku itu.
"Baca saja dulu, dicoba, dan lakukan saja terus menerus." jawabnya sambil senyum-senyum

Bukannya tidak bisa. Bisa sih, mungkin bisa kalau bulan Ramadhan. Bulan itu kan semua orang berlomba-lomba mengkhatamkan Al-Qur'an dalam satu bulan, berarti minimal satu juz perhari. Suasana dan lingkungan memang mendukung untuk bisa mencapai target itu. Tapi kalau bulan biasa, setiap hari??? Ah!! Apa mungkin sanggup? Begitu pikirku pada awalnya.

Terlepas dari sanggup atau tidak, ternyata membaca Al-Qur'an satu juz memakan waktu sekitar 40 menit sampai satu jam. Setiap hari kira-kira satu jam biasa kita habiskan untuk apa ya? Mungkin untuk nonton TV, untuk baca koran/majalah, atau ngobrol dengan teman. Kalau lagi asyik nonton TV, rasanya waktu habis tidak terasa. Perpanjangan waktu pertandingan bola bukan kita sambut dengan makian, tapi kita malah semakin asyik memelototi kotak ajaib itu. vSatu jam baca Al-Qur'an mungkin akan terasa membosankan (mula-mula). Tapi kita bisa kok menyiasatinya. Satu juz itu biasanya terdiri atas 20 halaman. Jadi setiap kali habis shalat kita bisa tilawah 4 halaman. Kalau dikonversi ke dalam waktu, 4 halaman paling lama menghabiskan waktu 10 menit. Apakah hal yang sulit kalau setiap kali shalat kita menyisihkan waktu sekitar 15 menit (untuk shalat dan tilawah)?

Bisa ya dan bisa tidak. Untuk yang bekerja di kantor mungkin tidak bisa semudah itu "menghilang" 15 menit ketika Ashar. Apalagi kalau memang pekerjaan sedang sangat padat. Tapi, lagi-lagi itu bukan alasan. Karena kita bisa menyiasatinya dengan berbagai cara agar satu juz per hari ini dapat dicapai. Mungkin untuk Dzuhur dan Ashar masing-masing cukup 2 halaman saja, sedang sisanya bisa "dikejar" saat Isya, sebelum tidur, ketika bangun malam, atau saat Shubuh.

Sebetulnya ada banyak sekali cara, tergantung bagaimana kita mengatur waktu kita masing-masing.

Kamis, 05 April 2012

Untuk Yang KKN


Ide tulisan saya bermuncul  dari pengalaman masa-masa KKN saya ketika beberapa tahun yang lalu di Pessel, walaupun hanya beberapa hari saja mengikuti KKN karna Allah mempunyai rencana yang lain, tp alhamdulillah akhirnya LULUS juga,  peribahasa  jawa yang pernah saya dengar sepertinya sudah banyak dikenal orang “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino” (Timbulnya cinta gara-gara sering ketemu/berinteraksi) diplesetkannya menjadi  “ Witing tresno jalaran soko kuliah kerjo nyoto” . Apakah langsung skeptis??? O0ww Tidak! Apakah langsung emosi hierarkis??? O0ww Tidak! Jadi gimana dunk..??!??
Banyak yang berubah dalam kehidupan kita, banyak yang peristiwa yang hilir mudik di kepala kita,  banyak sekali aura-aura negatif yang berperang dengan aura positif, banyak sekali momen yang kadang membuat kita jatuh terjerembab, banyak sekali kebahagiaan yang datang tiba-tiba… agghh … saya bingung mau nulis apa..??$$@@???tuiingg,,tuiingg 

Ya intinya banyak yang berubah! Hidup adalah suatu rentetan peristiwa sambung menyambung, dengannya kita akan merasa hina dan mulia, dengannya kita bisa lebih tahu siapa diri kita, seberapa hina kita di mata Nya, seberapa banyak kita sudah mengenalNya. Itulah hakikat sebenarnya hidup. Begitu juga dengan KKN, apakah dengannya kita bisa lebih mengenalNya, apakah dengan KKN itu  kita menjadi dekat denganNya, atau malah dengannya [???!!??].

ffiiuuhhh, akhirnya ketemu titik conclue nya. KKN idealisme pertama kali yang diusung, mengabdikan ilmu yang kita miliki di bangku perkuliahan untuk masyarakat. Tapi sungguh untuk menyamakan persepsi tentang hal itu  sulit sekali, apalagi banyak kepala dengan isi yang berbeda yang tentu dengan idealisme yang berbeda pula.  Mulai dari KKN sebagai ajang refreshing, ajang kebebebasan cuti kuliah, ajang kebebasan  untuk  ga ketemu dosen, ajang mencari  link kerja, ajang mencari pacar sampai ajang mencari pendamping hidup. 

Sedikit keresahan yang pengen sekali dibagi, ada kesedihan yang pengen sekali untuk disalurkan, ada kegelisahan yang pengen sekali saya ingin kamu-pun merasakannya. Keresahan, kesedihan dan kegelisahan pasca KKN yang pernah saya lalui semoga tidak menyublim ke orang lain (yang mungkin beridealisme sama denganku). Bermula dari futurnya kader, bermula dari berubahnya simat (baca : pakaian) kegelisahan itu masih ada. Resah! teman yang sebelum KKN sudah bisa dikatakan akhwat (pake rok, jilbab syar’i, ga ketat) berubah menjadi ber-celana jeans, ketat dan berjilbab nyekek,. Gelisah! Teman yang dahulunya aktif di lembaga dakwah, bisa dikata “harokers “ (penggerak) menjadi futur sering ber-sms-an dengan cewek bekas teman KKN, sms ga penting lagi. Sedih! teman yang dahulunya kompie alias komputer nyala selalu nashyeed punya berubah menjadi linkin park/dangdut punya. Banyak yang berubah pasca KKN ….

Ngapain segh ngurusin urusan orang lain! Ngurus tuh diri sendiri yang belum ada yang ngurus! Pengennya juga begitu, ga ngurusin masalah orang lain  tapi tetap saja ga bisa. Berbagi pengalaman KKN, bekal yang harus kamu punyai untuk KKN. Walau kelihatannya banyak, dan susah tapi kalau kita berjuang untuk melakukannya ga ada yang ga mungkin.  Terangkai dalam 10 Muwashoffat neeh..
1. Salimul Aqidah ( aqidah yang lurus)
2. Shohikhul Ibadah (Ibadah yang bener)
3. Matinul Khuluq ( Akhlak yang memukau)
4. Qowiyul Jism (Jasad yang kuat)
5. Haritsun  ‘alal waqtiha ( pandai menjaga  waktu )
6. Mujahadul Linafsihi (Berjuang melawan hawa nafsu)
7.  Tsaqoful Fikr ( Pikiran yang luas dan cerdas)
8. Munadzomu fii syuunihi ( teratur dalam segala urusan)
9.  Qodirun ‘alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri)
10. Nafi’un Lighoirihi ( Bermanfaat bagi orang lain)


Ga cuman aqidah saja yang ditempa di KKN tapi semuanya, akan kelihatan asli sosok  kita, egoiskah, teratur-kah, manja-kah, arogan-kah, dsb. Dunia mahasiswa yang super idealis akan benar-benar tidak bersahabat dengan kita, kalau kita ga realitis. 

Pasca KKN –pun saya masih merasa “kacaw” imbas dari KKN, memang gk sestabil dulu sebelum KKN, tapi sekarang Alhamdulillah sudah netral. Memangnya apa yang terjadi di lingkungan KKN?. Aghh.. kalo kamu nanya itu, tulisan ini ga ada endingnya. Dulu, saya merasa ga cantik, ga manis, cerewet, tomboy, cuek-an, dan aq berprinsip keras, gk akan degh sepeser pun anak cowok KKN  akan dekat dengan orang seperti saya. Tapi ternyata saya salah, salah besar yang akhirnya membuat saya berpikir terbalik dan mulai mengoreksi menata semuanya.

Saya kira juga teman biasa, temen se-unit, asli temen ngobrol biasa. Akhirnya kata-kata yang sebelumnya ga pernah saya dengar pun, dan bercita-cita selamanya ga akan mendengar kata-kata itu,  Tapi di KKN terdengar juga, teman saya itu bilang, “ Mau ya fulan menjadi pacar aku,  menemani alur cerita hidupku, untuk kemudian kita bisa saling berbagi “. Watch up saya ga nyadar kalo saya sedang ditembak [Gubrraaak,,, Dasar lugu end Poll hig gw!!]. Saya cuma kaget linglung beberapa saat, ngomongnya di banyak orang lagi! Untung saja dari banyak orang itu pada lagi tidur, yang ga tidur hanya ada 3-4 orang saja.  Waduw…. Koq bisa ya??? Akhwat??? Ga cantik??? Tomboy??? Cerewet???? Pacar ???Arrgggh so dizzy! (dibawa angin lalu aja, cuek, itulah aq)

Pfiiuuuh.. [menghela nafas sejenak]  beri aku kekuatan ya Robb, untuk sebentar terlantun doa dalam hati, “Allohuma inni a’udzubika minnal hammi wal hazan… “ . Egh kamu tahu akhwat itu ga pacaran lho, [gini.. bla.. bla.. ] biasa agak sedikit menyalurkan idealisme... [Semoga saja ia gk sakit hati ataw mau bunuh diri ], “ Kenapa harus mempertaruhkan kenikmatan yang keren setelah nikah dengan kenikmatan yang sesaat, dosa lagi” .  Tanpa sadar,  ternyata anak-anak tadi  yang  tidur ternyata cuma pura-pura tidur. Mereka nyeplos bilang, “Pake ta’aruf dulu?…” yang lain juga keceplosan  “Trus..”  Waaaa tidaaak.. malunya! (>_<), Ya sudah sekalian degh, dakwah ke mereka, walau kutahu mereka gk begitu terpengaruh dengan ucapanku ataw langsung mutusin pacar mereka,  paling tidak mereka sudah terwacanakan dan aq sudah beri sedikit masukan kpd mereka.


Itu hanya secuil kecil belum  permasalahan yang lain-lain, masih banyak yang lain, mulai lagi acara tasyukuran masyarakat desa, acara MTQ, buka bareng bersma masyarakat, mahasiswa KKN juga diundang., dan ketika KKN begitu banyak agenda yang di angkatkan.
Ketika kita disuruh ceramah saat bulan Ramadhan, Apa kita harus takut? Ga boleh takut klo kamu seorang da’I sejati [wuih.. ngeri..] Heh yang namanya da’I itu bukan hanya pak ustadz yang sering khutbah, bukan hanya seseorang yang pegangannya kitab gedhe, bukan hanya akhwat yang jilbabnya sampai nyium tanah, Bukan! Tapi kamu-pun juga da’i, asal kamu orang Islam, kita adalah da’I sebelum segala sesuatunya. Entah ia bisnisman, entah ia dosen, entah ia programmer, entah ia arsitek, yang penting omongan yang kita lantunkan adalah pesan islam pesan kebenaran. [cathet.] Ini secara spesifik tips bisa survive di KKN
  1.  Bagi akhwat yang belum bisa naik motor, jangan KKN dulu, mesthi belajar motor dulu  untuk  meminimalisir boncengan ma cowok.
  2.  Bagi akhwat yang masih juga ga bisa  naik motor, bawa motor dari rumah, siapa tahu ada temen se-unit yang bisa naik motor trus minta bonceng yang cewek yang bisa naik motor.
  3. Bagi akhwat, jangan pernah merasa ekslusif dengan para cewek hedon, siapa tahu hidayah mereka dari Alloh untuk mereka melalui tanganmu, walau diakui memang untuk pertama kali perlu perjuangan ekstra, beradaptasi dengan mereka.
  4.  Bagi ikhwan, tetapkan prinsipmu! Jangan merasa kasihan ma cewek yang ga bisa naik motor, percaya degh kamu orangnya penyayang kepada semua insan, tapi untuk urusan aqidah jangan pernah merasa kasihan.
  5.  Bagi ikhwan, sedapat mungkin ciptakan komunitas relasi yang bagus dengan cowok sehedon apapun itu, tugas kita lebih berat, back-up, back-up perlu banyak diskusi, dan ciptakan kondisi yang agak islami walau ga bisa sepenuhnya islami. Baca tilawah habis maghrib
  6.  Bagi ikhwan n akhwat, koordinasi perlu untuk menciptakan strategi dakwah tapi ingat jaga hijab! Lebih rentan berinteraksi dengan ikhwan untuk akhwat, dengan akhwat untuk ikhwan karena Allah pun sudah memberi kita kecondongan, kendalikan dan lawan nafsumu.
  7.  Bagi ikhwan ataw akhwat, momen KKN adalah dakwah real di masyarakat segera screening, pelajari, endapkan ciptakan strategi perluasan dakwah. Kita telah membuat kontrak jual beli dengan Allah, dan jual beli dengan Allah lebih mulia dari kegiatan apapun.  
  8.  Bagi anak harokers, target terbentuk 1 halaqoh bisa ga pak ataw bu :D? Berjuang Sobat..
  9.  Bagi cowok ataw cewek, berjalan beriringan, yang cowok coba dekati ikhwan yang cewek coba dekati yang akhwat, dijamin! Kamu akan mendapatkan hal yang baru yang membuatmu merasa lebih hidup..
  10.  Untuk All, jaga sholatnya jangan sampai molor banyak dari waktu sholatnya, paling rentan sholat subuh tuh…
Teringat intro tombo ati, ust Arifin Ilham, ada nasehat beliau yang ngena di hati saya,“ Pribadi berdzikir: dzikir menjadi kepribadiannya, Allah tujuannya, Rosululloh SAW menjadi teladan dalam hidupnya, dunia inipun menjadi surga sebelum surga sebenarnya, Bumi menjadi masjid baginya,  Rumah kantor bahkan  hotel sekalipun menjadi mushola baginya , tempat ia berpijak, meja kerja, kamar tidur, hamparan sajadah baginya. Kalau ia bicara bicaranya dakwah,kalau ia berdiam diamnya dzikir, nafasnya.. tasbih, matanya.. penuh rahmat Allah penuh kasih sayang, telinganya… terjaga , pikirannya… baik sangka  tidak sinis, tidak pesimis dan tidak suka memvonis, hatinya subhannalloh diam-diam berdoa, tangannya bersedekah, kakinya berjihad, ia ga mau melangkah sia-sia, kekuatanya.. silaturahmi, kerinduanya.. tegaknya syariah Allah kalau memang hak tujuannya maka sabar dan kasih sayang strateginya asma amanina cita-citanya, sungguh menarik kesibukanya ia hanya asyik memperbaiki dirinya dan  tidak tertarik mencari kekurangan apalagi aib orang lain hadirilah majils dzikir Raihlah kepribadian berdzikir raihlah kepribadian berdzikir dengan menikmati hidangan Allah terlezat  dzikrulloh…
NB : Istilah ikhwan n akhwat hanya sebagai pembebanan tugas, bukan bermaksud sok eksklusif. Yang belum merasa ikhwan atw akhwat jangan pandang kami adalah sesuatu yang sangat sulit untuk diraih, sangat sulit untuk ditiru. Mudah koq asal ada kemauan yang keras. 
#Be Fight Coy..
SEMOGA BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA  ^_^