Audzubillaahiminassyaithoonirrojiim Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Segala puji bagi Allah subhanalloohi
wata'ala yang senantiasa memberikan kesehatan kepada kita,sholawat dan
salam semoga disampaikan kepada panutan kita nabi Muhammad sollalloohu
'alayhi wasallam yang telah menyampaikan keterangan dari Allah mu'jizat
yang nyata yakni Alqur'an yang tiada keraguan padanya.
Tiga
golongan yang telah Allah kelompokkan yakni beriman munafik dan
kafir,selain ini tidak ada golongan lain dimata Allah termasuk golongan
yang sering berselisih.Dan hanya kita manusia yang menempati ketiga
kelompok ini yakni sedikit berada golongan yang beriman dan banyak
golongan munafik dan kafir.Sedang makhluk dan ciptaan Allah yang lain
seperti hewan & binatang tumbuhan langit dan bumi termasuk golongan
yang beriman,semua tunduk kepada Allah.Matahari dan bulan serta
pergeseran siang dan malam adalah ketundukan alam semesta kepada
Tuhanya(beredar menurut manzilahnya).
Dan dengan keterangan keterangan ini
saya melihat beberapa ekor semut yang sedang berjalan jalan
diMusholla,saya berfikir kenapa kita kalah dengan semut.Padahal kalau
dilihat semut bentuknya sangat kecil jika dibandingkan besar badan
semut dengan besar badan kita ribuan bahkan jutaan kita jauh lebih
besar dari semut serta kemampuan yang dimiliki oleh semutpun tak
sebanding dengan kita.Satu semut hanya akan mampu mengangkat beban
tidak lebih dari 0,1 ons sedang kemampuan kita mampu mengangkat beban
yang hampir setengah kwuintal.
Lalu dimana letak kekalahan kita dengan makhluk Allah yang kuecil ini?.
Kembali pada bait diatas,bahwa
bertasbih apa apa yang dilangit dan dibumi termasuk tiap ekor semut.Ia
bertasbih dengan syari'at yang berlaku baginya dan jika ia dalam
keadaan bertasbih tentunya ia selalu ingat kepada Allah karena ia
termasuk golongan yang beriman dan keimanan dari seekor semut tidak
pernah naik atau turun seperti kita.Kepercayaan kepada Allah selalu
stabil begitu juga cara caranya mengesakan Allah.
Selain
itu semut selalu berkeyakinan dimanapun dan kemanapun kakinya melangkah
Allah swt bersamanya dan berarti ia tak lalai kepada Tuhanya,semut
selalu merasa dekat karena ia mematuhi syari'at dan aturan baginya
sebagai seekor semut.
Dan mengapa kita selalu kalah dengan semut,
mengapa pada tiap langkah langkah
kita tak mengingat Allah Tuhan kita apalagi memakai aturan kita sebagai
manusia,aturan sebagai ciptaan dan aturan aturan yang akan
menyelamatkan kita dari siksa neraka,padahal Allah telah memberi lebih
jauh kesempurnaan pada kita.kesempurnaan itu adalah bentuk tangan kita
serta bentuk tubuh kita adakah bentuk yang sama dengan manusia didunia
ini,tak ada.Malaikat tidak seperti manusia apalagi jin dan syetan dan
benar manusia itu diciptakan Allah sebagai makhluk yang sempurna
makhluk yang paling mulya dari makhluk yang lain,ingatlah ketika Allah
menyerukan semua ciptaanya untuk menghormati nabi adam(jabatanya
sebagai manusia)semua tunduk.
Akan tetapi ketundukan para makhluk
waktu itu adalah manusia yang berupa nabi adam yang berarti manusia
yang beriman kepada Allah swt,akan tetapi para makhluk mencemooh para
iblis yang waktu itu ingkar ia tidak mau menghormati nabi adam ia lebih
memilih kekafiran atas ketentuan Allah swt dan sejak saat itu ia
menjadi makhluk yang terlaknat makhluk yang dihinakan dan makhluk yang
memiliki azab dari Allah.
Tentunya
kita harus berfikir,mengapa manusia dikatakan makhluk yang paling
sempurna serta mulya dan adalagi satu makhluk Allah yang hina dan akan
selalu terhinakan yakni iblis dan syetan.Dan ini menjadi pilihan bagi
kita,akankah kita memilih menjadi manusia seperti nabi adam yang
memiliki kemulyaan beriman kepada Allah ataukah kita akan menjadi
makhluk yang terhina dan akan dihinakan seperti iblis.
Semoga kita seorang yang pandai memilih,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar