Rabu, 26 Januari 2011

untuk sahabatku yang ku cintai..

Aku terheran, setengah takjub malahan. Di detik ini aku mencoba tuk kembali mengenang persahabatan kita, kawan?  Apakah hanya sebatas itu aku di pikiranmu? Aku teramat mencintaimu, menyayangimu. Namun ada hal yang mungkin belum jua kau mengerti, dan aku akan coba pahamkan dengan caraku sendiri. Kita memang berteman, sahabat, yang katanya akan senantiasa senantiasa senasib seperjuangan. Namun, bukan berarti aku akan selalu membenarkanmu di setiap tindakan. Ada hal yang mesti senantiasa kita pegang. Sendiri, dan tidak untuk dibagi.
Kau memaang sahabatku. Namun tak berarti aku kan senantiasa membenarkanmu, kawan. Aku tak memintamu untuk memahamiku tentang hal itu. Namun aku juga tak akan berpaling jika kau pertanyakan sikapku. Aku pun tak akan marah hanya karena kekecewaanmu atas ketidakberpihakanku padamu. Aku hanya ingin berikan yang terbaik bagimu, dan tidak dengan membiarkan mu terlibat begitu jauh dalam kesalahan.
Teman, maafkan…
Maaf jika caraku menyakitimu. Maaf atas ketidaksempurnaanku. Aku tak tahu seperti apa aku kini di matamu. Namun, aku hanya ingin kau tahu, aku mencintaimu. Secukupnya saja. Karena aku tak ingin cinta itu melebihi cintaku pada Sang Pemilik Kebenaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar